Nori (のり) adalah nama dalam bahasa Jepang untuk bahan makanan berupa lembaran rumput laut yang dikeringkan. Nori digunakan sebagai hiasan dan penyedap berbagai macam masakan Jepang, lauk sewaktu makan nasi, dan bahan makanan ringan seperti senbei. Bahan bakunya adalah alga jenis Porphyra seperti Porphyra pseudolinearis Ueda yang dikenal sebagai Iwanori dan Porphyra yezoensis Ueda.
Walaupun warna tidak dapat dijadikan pegangan kualitas, lembaran nori berkualitas tinggi umumnya berwarna hitam kehijauan, sedangkan nori berkualitas lebih rendah berwarna hijau hingga hijau muda.
Jepang, RRC, dan Korea merupakan produsen nori terbesar di dunia. Di RRC, nori disebut sebagai haitai, sedangkan di Korea disebut gim.
Korea terkenal dengan nori berbumbu minyak wijen, cabai, dan butiran garam yang agak kasar, sehingga berbau khas dan terasa agak pedas.
Jenis-jenis Nori :
Gyutoro donburi (nasi dengan daging sapi cincang mentah) dihiasi Kizaminori Okonomiyaki dengan penyedap Aonori. Ukuran standar satu lembar Nori di Jepang adalah 21 cm X 19 cm, yang kemudian dipotong-potong tergantung pada keperluannya. Dilihat dari ukuran besarnya, Nori terdiri dari beberapa jenis :
Yakinori ukuran standar
Nori tawar untuk menggulung Temakizushi dan Makizushi.
Yakinori tipe setengah
Satu lembar Nori ukuran standar dibagi dua, digunakan untuk membungkus seluruh bagian Onigiri.
Yakinori tipe sepertiga
Satu lembar Nori dibagi tiga, dilekatkan di bagian dasar Onigiri, sehingga mudah dipegang dengan tangan.
Ajitsuke Nori atau Okazunori
Satu lembar Nori standar yang sudah diberi bumbu garam dapur, kecap asin, gula atau mirin dipotong menjadi 8 atau 12 potongan kecil. Pada umumnya dimakan sebagai teman makan nasi sewaktu sarapan pagi atau dimakan begitu saja sebagai makanan ringan.
Mominori
Ajitsuke Nori yang sudah diberi bumbu garam, kecap asin, gula atau mirin dan dicabik-cabik sampai menjadi potongan berukuran kecil yang tidak seragam. Digunakan sebagai hiasan pada makanan Jepang seperti Donburi atau Chirashizushi
Kizaminori
Yakinori yang dipotong halus dengan ukuran seragam, berfungsi sebagai hiasan seperti Mominori.
Aonori
Nori berwarna hijau berbentuk serbuk kasar berukuran 2-3 mm, yang ditaburkan diatas Okonomiyaki, Takoyaki, dan Yakisoba. Berbeda dengan bahan baku untuk Nori standar, Aonori menggunakan alga berwarna hijau jenis Monostroma and Enteromorpha yang banyak dibudidayakan di Teluk Ise, Perfektur Mie sebagai bahan baku.
Kemasan Nori
Nori dikemas dalam kemasan kantong plastik, botol plastik, atau kaleng kedap udara, karena sifat Nori yang mudah kehilangan rasa garing dan mudah menjadi lembab. Ajitsuke Nori (Okazu Nori) lebih mudah menjadi lembab dibandingkan Nori biasa, oleh sebab itu Ajitsuke Nori biasanya dikemas dalam bungkusan-bungkusan kecil yang hanya berisi beberapa lembar Nori ukuran mini. Walaupun kemasan Nori banyak menggunakan gel silika dan bahan-bahan lain sebagai penyerap kelembaban, Nori yang sudah dibuka kemasannya sebaiknya segera dihabiskan secepat mungkin sebelum menjadi lembab dan rasanya tidak enak.
Budidaya rumput laut
Pada musim gugur, di saat suhu air laut sekitar 200C , di laut yang berada di dekat mulut sungai dipasang sangkutan rumput laut yang berbentuk seperti jala. Spora rumput laut menempel pada jala dan tumbuhan berkembang biak dengan cepat. Panen sudah dapat dilakukan di musim dingin tahun yang sama di saat tanaman berumur sekitar 45 hari. Setelah panen pertama, rumput laut masih bisa dipanen berulang kali dengan masa istirahat 10 hari.
Cara tradisional pembuatan Nori
Rumput laut hasil panen ditumbuk menjadi bubur. Bubur rumput laut dilebarkan seperti kertas di atas papan. Nori dijemur di bawah sinar matahari hingga kering.




0 komentar:
Posting Komentar